LANGIT7.ID-, Jakarta - - Hasil uji kelayakan dan mitigasi bencana pascabencana banjir menunjukkan, beberapa sekolah di Sumater yang mengalami rusak total akibat bencana banjir berada pada zona merah, atau wilayah rawan banjir berulang. Tentunya pembangunan sekolah tidak dapat dilakukan di lokasi awal, demi menjaga keselamatan siswa dan guru.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam komitmen mempercepat pemulihan dan revitalisasi sekolah yang terdampak bencana banjir, terus mengupayakan agar para siswa dan guru dapat segera melaksanakan proses belajar-mengajar secara optimal.
Sehingga relokasi ke tempat yang lebih aman tentunya sangat diperlukan, namun langkah ini masih tertunda karena kesiapan lahan pengganti yang berstatus aman dari bencana dan bebas dari sengketa hukum (clear and clean). Salah satu sekolah yang saat ini mengalami keterlambatan adalah SD Negeri 10 Linge, Kabupaten Aceh Tengah.
Kemendikdasmen saat ini terus melakukan koordinasi untuk menyelesaikan permasalahan lahan tersebut bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah melalui Dinas Pendidikan berkomitmen untuk segera mencari lokasi lahan baru yang lebih aman dan layak untuk membangun kembali ruang kelas baru SD Negeri 10 Linge.
"Saat ini proses pembangunan masih terkendala lahan relokasi sekolah, namun demikian kami dari Dinas Pendidikan melakukan koordinasi dari berbagai pihak untuk segera mencari lokasi lahan, agar pembangunan ruang kelas dapat direalisasikan," jelas Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Tengah, Salimsyah, dalam keterangannya, Sabtu (30/5/2026).
Baca juga: Program Revitalisasi Sekolah di Sumut Diresmikan, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp852,49 MSinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah diharapkan dapat segera menuntaskan kendala ini. Sehingga anak-anak di SD Negeri 10 Linge Aceh Tengah dapat segera kembali belajar di ruang kelas permanen yang aman dan nyaman, dan terbebas dari risiko bencana banjir.
"Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kemendikdasmen yang telah menunjukkan komitmen dan perhatian besar kepada pemenuhan sarana pendidikan di daerah, harapan kami seluruh proses dapat berjalan lancar sehingga anak-anak SD 10 Linge dapat kembali belajar dengan aman, nyaman dan semangat untuk kembali meraih masa depan yang lebih baik," tambah Salimsyah.
Sejalan dengan itu Kepala Sekolah SDN 10 Linge Kabupaten Aceh Tengah, Nurdinsyah Muhammad Sedim, meminta agar masyarakat dapat bersabar untuk mendukung proses relokasi sekolah. Hal ini untuk memastikan bahwa lokasi sekolah aman dan nyaman juga bebas dari zona bencana.
"Kami berharap masyarakat dapat bersabar dan terus mendukung proses relokasi serta pembangunan sekolah demi keamanan dan kenyamanan anak-anak dalam belajar, kami mengucapkan terima kasih kepada Kemendikdasmen atas komitmen dan perhatiannya kepada SD Negeri 10 Linge," ungkap Nurdinsyah.
Baca juga: Mendikdasmen Pastikan Revitalisasi Sekolah di Daerah Terdampak Banjir Masuk Anggaran 2026Sebelumnya pada awal tanggap darurat, Kemendikdasmen telah turun ke SDN 10 Linge untuk mendistribusikan bantuan pendidikan berupa paket perlengkapan belajar siswa (school kit) guna mengganti peralatan sekolah yang rusak terbawa arus, serta mendirikan sejumlah tenda darurat.
(lsi)